Sabtu, 18 September 2010

Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil


Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil  
oleh: Torey Hayden

Penerbit :    Qanita
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2006
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    475  
 
Sinopsis Buku: 
 
Novel yang diangkat dari kisah nyata pengalaman seorang psikolog pendidikan dan guru di sekolah luar biasa Torey Hayden ini benar-benar membuat emosi kita meledak-ledak.
Novel yang menceritakan tentang seorang anak kecil yang berumur 10 tahun yang sudah mengalami ujian hidup yang amatlah berat. hiks..hiks..menyedihkan banget. berikut sebagian cerita dari novel sheila luka hati seorang gadis kecil ini .

Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia.Bila Anda harus mengajar di kelas itu, bersediakah Anda, seperti Torey Hayden, menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis itu beri-IQ di atas 180, namun menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, baik di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya.Menghadapi murid seistimewa ini, bekal sang guru hanyalah kesabaran dan kasih yang mendalam. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis kecil dan memunculkan segala potensi yang dia miliki. Berhasilkah sang guru? Berhasilkah Sheila mengatasi segala kendala yang menghalanginya dari bertumbuh layaknya gadis kecil lain?


Sheila masuk ke kelas Torey Hayden untuk “anak-anak khusus” ketika berusia 6 tahun setelah dia mengikat anak umur 3 tahun di sebatang pohon dan benar-benar membakarnya..
LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL adalah cerita Torey Hayden tentang upayanya membangkitkan kemampuan luar biasa anak yang tersiksa ini.
Beberapa bagian buku ini – penganiayaan seksual yang keji – pasti membuat Anda geram. Beberapa bagian buku ini – pemaparan Sheila tanpa suara tentang kegeraman dan ketakutan dan keraguannya – pasti membuat Anda menangis. Dan beberapa bagian buku ini – kesadaran Sheila yang tumbuh sedikit demi sedikit tentang kemampuannya – membuat Anda bersorak gembira.
Apa pun reaksi Anda, saya rasa Anda pasti sependapat bahwa sudah lama sekali Anda tidak pernah membaca lagi buku yang sangat menggugah perasaan seperti yang ditampilkan dalam buku LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL ini.

LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL tidak mulai ditulis sebagai sebuah buku. Torey menulisnya sebagai kisah pribadi untuk mencatat bagi dirinya sendiri pengalamannya yang luar biasa bersama Sheila. Barulah setelah cerita itu selesai, dia mempertimbangkan untuk menerbitkannya.
LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL adalah buku pertama Torey dan merupakan naskah pertama yang pernah diserahkannya untuk diterbitkan. Ceritanya sendiri ditulis dengan amat cepat – hanya delapan hari dari awal sampai akhir. Lalu, dibutuhkan waktu hanya 42 hari sejak dia menulis LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL sampai menandatangani kontrak dengan G.P. Putnam’s Sons untuk menerbitkannya.
LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL saat ini sudah terbit dalam 28 bahasa dan sudah diadaptasi dalam berbagai format, antara lain opera satu babak, sandiwara boneka Jepang, dan sinetron untuk TV.
di manakah mereka sekarang?
Sheila sekarang sudah berusia 30an tahun. Dia beralih pekerjaan dari semula mengelola makanan siap saji ke usaha restoran dan tampaknya memiliki bakat bisnis yang baik. Dia tetap melajang dan di rumahnya memelihara dua ekor anjing dan dua ekor kucing. Hak asasi hewan telah menjadi landasan yang penting dalam hidupnya dan dia membaktikan sebagian besar waktu luangnya untuk kegiatan ini.
Sheila telah diminta untuk menyampaikan sepatah dua patah kata untuk dimuat di halaman ini, tetapi dia menolaknya. Privasinya amat penting baginya dan dia merasa tidak ingin melakukan apa pun yang bisa mengganggu kehidupannya saat ini. Namun, dia menyampaikan salamnya dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas perhatian mereka dan mengatakan bahwa dia sekarang hidup bahagia.
Anton sekarang berusia sekitar 51-55 tahun. Dia sudah menikah dan memiliki dua orang putra yang sudah dewasa. Mula-mula dia meraih gelar S1 dalam bidang pendidikan dan kemudian S2 dalam pendidikan luar biasa dengan penekanan pada keterbelakangan mental.
Anton baru-baru ini merayakan masa 20 tahun sebagai guru. Sekarang dia tinggal di Kalifornia dan bekerja dalam program pendidikan luar biasa untuk anak-anak kaum migran Hispanik.
Anton mengirimkan pesan ini...
Setiap kali saya membaca LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL, saya selalu berpandangan bahwa kisah sukses sejati itu adalah kisah saya. Perubahan hidup saya dalam bulan-bulan tersebut sama dengan perubahan hidup Sheila. Saya yakin sekali, hidup saya tidak akan seperti sekarang ini seandainya saya tidak menyerahkan formulir itu ke sekolah itu pada hari itu dan bertemu dengan Torey dan murid-muridnya.

Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan bahwa jika kita punya angan-angan, berusahalah untuk mewujudkannya. Pasti tidak akan sia-sia. Tapi, yang tidak kalah pentingnya, saya ingin mengatakan kepada mereka yang tidak punya angan-angan, teruslah bersikap terbuka. Saya tidak punya angan-angan ketika masuk ke kelas Torey. Apa yang terjadi pada tahun itu terjadi begitu saja. Saya tak akan pernah percaya pada saat itu bahwa saya akan duduk menulis ini kepada Anda sekarang. Tetaplah terbuka untuk membangun angan-angan. Kita tak pernah tahu di mana bisa mendapatkannya.
Whitney sekarang berusia sekitar 41-45 tahun. Dia meraih gelar doktor dalam bidang psikologi anak dan telah bertahun-tahun bekerja sebagai praktisi di klinik swasta.
Whitney mengirimkan pesan ini... 

Tahun itu adalah tahun yang istimewa. Menurut saya, yang membuatnya istimewa adalah gabungan antara Torey dan 'Anton' dan saya, yang semuanya tertarik pada satu hal yang sama, dan menghabiskan tahun itu bersama sekelompok anak yang benar-benar luar biasa. Setelah menjalani masa tersebut, kami semua mengalami perubahan. Dan, meskipun kami sekarang menjalani kehidupan masing-masing, kami tetap saling berhubungan melalui pengalaman kami pada tahun tersebut.

Saya ucapkan selamat untuk situs web ini. Saya harap semua pengunjung situs ini menyukainya dan di dalam dirinya tumbuh apresiasi baru tentang betapa bermaknanya kehidupan bersama anak-anak ini.
  
Semua anak-anak di kelas itu sekarang sudah berusia sekitar 30 tahun. Freddie dan Susannah Joy tidak mampu hidup secara mandiri atau memiliki pekerjaan tetap. Dengan demikian, keduanya sekarang tinggal di semacam lembaga khusus. Sarah dan William akhirnya menjalani transisi dan menempuh pendidikan biasa dan lulus SMA. Sarah sudah menikah dan punya tiga anak; dia bekerja sebagai pelayan restoran. William menjadi akuntan. Peter meninggal karena kondisi sarafnya empat tahun setelah penulisan buku LUKA HATI SEORANG GADIS KECIL. Tyler meninggal sekitar delapan tahun yang lalu dalam kecelakaan mobil... Torey kehilangan jejak Guillermo dan Max

Chad, sekarang berusia sekitar 50an tahun, sudah menikah dan punya seorang putra dan tiga orang putri; putri tertuanya dinamai Sheila. Dia masih tetap bekerja sebagai pengacara.

***
Torey Hayden adalah seorang psikolog pendidikan dan guru pendidikan luar biasa yang sejak 1979 telah mengisahkan perjuangannya di ruang kelas dalam sekumpulan buku laris. Saat ini dia hidup dan menulis di North Wales, Inggris, dengan suami dan seorang anak perempuannya.

Sheila: Kenangan yang Hilang


Sheila: Kenangan yang Hilang
oleh: Torey Hayden
Penerbit : Qanita (Mizan Group)
Edisi : Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Halaman : 528

Sinopsis Buku:
Gadis empat belas tahun ini bertubuh kurus, berambut keriting warna oranye menyala, dan bergaya ala punk. Bila Torey Hayden berpapasan dengannya di jalan, dia tak 'kan pernah mengenalinya sebagai Sheila, gadis kecil cantik berambut pirang lurus yang dulu pernah menjadi muridnya. Tapi, itulah Sheila kini, Sheila remaja. Tujuh tahun setelah berpisah dengan Torey.

Dan Sheila yang sekarang, sama bermasalahnya dengan Sheila kecil yang tega membakar seorang anak lekaki berusia tiga tahun sampai nyaris mati.

Ketika Hayden pertama kali bertemu dengan Sheila, anak ini tidak mau bicara. Satu-satunya caranya berkomunikasi adalah dengan berulang-ulang melakukan perbuatan yang merusak dan berperilaku ganas.  
Setelah lima bulan yang melelahkan, Hayden akhirnya berhasil menerobos kebisuan Sheila, dan berhasil pula mengusahakan agar Sheila ditempatkan di kelas biasa.
Hayden baru bertemu lagi dengan Sheila ketika usianya sudah 13 tahun. Hayden sangat tercengang karena ternyata Sheila boleh dikatakan tidak ingat pada saat-saat yang mereka lalui bersama. Di saat Hayden terus melanjutkan jalinan hubungannya dengan Sheila yang sudah remaja ini, kenangan itu berangsur-angsur kembali, disertai perasaan diabaikan dan sikap permusuhan. 

Pilu melihat betapa kasih dan usahanya mengajarkan cinta kepada Sheila seolah tak berarti apa-apa, Torey tetap tak mau menyerah: Meski Sheila kembali menculik seorang anak lelaki, meski Sheila berkali-kali kabur darinya, meski Sheila masih menaruh dendam kepadanya, meski Sheila tak mau mendengar kata-katanya. Akan berhasilkah Torey membantu Sheila bangkit dari lingkaran trauma?

Finding Ben



Karya : Barbara Lasalle
Diterbitkan pertama kali oleh penerbit PT. Bhuana Ilmu Populer
No. Anggota IKAPI: 246/DKI/04
Tebal: 392 halaman.

Sinopsis.
KISAH NYATA seorang anak penyandang Sindrom Asperger.
"Yang ingin kupercayai adalah Tuhan mendengar tangisanku dan turun membantuku sesuai dengan situasiku. Ia membantuku ketika aku butuh bantuan, dan Ia datang sebagai seorang neo-Nazi botak yang badannya penuh tato. Aku tahu Tuhan itu ada, karena aku merasakan kasihNya di saat aku merasa paling tidak berdaya."
__Ben (Saat berusia 20 Tahun, dalam penjara)

Banyak hal dibutuhkan seorang anak dalam hidupnya selain informasi, selain paparan dingin fakta. Tetapi tidak demikian halnya dengan Ben. Ia mengumpulkan, mengingat, dan menyimpannya seperti komputer. Namun, aku tidak menginginkan anakku seperti komputer, yang kuinginkan hanyalah anak kecil yang normal.

Aku siap menjadi orang yang lebih baik. Aku siap menjadi ibu yang lebih baik, tetapi ada yang salah dan sangat buruk. Dan ketika aku mulai menyadari kebenaran itu, jantungku serasa ditikam sembilu.

Akankah aku menjadi ibu yang lebih baik, kalau saja sejak awal aku sudah menyadari bahwa sebagian besar perasaan kecewa dan maluku bukanlah kesalahan Ben? Akankah Ben lebih dapat menerima kondisi dirinya sendiri, kalau saja ia menyadari bahwa sejak lahir ia mengidap Sindrom Asperger? Akankah perjalanan kami bersama menjadi lebih mudah?

Ulasan Singkat.
"Buatlah daftar belanja, Ben. Ibu takkan mengajakmu berbelanja tanpa daftar itu."
"Sudah, Bu." jawab Ben.
"Baiklah, mana?"
"Di kepalaku, di sini semuanya ada."

Aku dan putraku berada di Costco, toko serba ada, untuk membeli kebutuhan besar kertas toilet, handuk kertas, cabai, tuna, dan dada ayam beku tanpa tulang.
Ben mendorong kereta belanja, dan aku mengikutinya di belakang, terus mengawasinya. Kami sudah melakuka ritual ini selama bertahun-tahun.

"Keju? Kamu boleh makan keju? Kenapa kamu harus makan keju? Keju membuat gemuk. Keju penuh kolesterol. Keju tidak baik untuk asmamu," kataku selama 30 tahun ini untuk menasihati, mengomentari, menyarankan. Apa yang belum pernah dikatakan selama jangka waktu yang panjang itu? Itu sudah cukup untuk kami berdua. Aku lelah mencoba megubah putraku. Aku lelah memandanginya dan melihat lapisan lemak di tubuhnya, mendengarkan bicaranya, dan mendengar napasnya yang berbunyi, tersentak melihat kakinya yang rata, melihat ekspresi wajahnya yang kaku tidak pernah berubah, melihat tatapan matanya yang kosong. Aku lelah mencoba mendapatkan jawaban langsung dari orang yang tidak jujur, walaupun orang itu adalah anakku.

Namun, selelah apapun diriku akan perilaku Ben, aku juga lelah berperilaku layaknya diriku selama ini. Aku lelah mencoba mengubah apa yang tidak mampu aku ubah. Aku lelah mengawasi troli belanjaannya, mengingatkannya untuk menarik celananya ke atas, bertanya apa ia sudah membawa inhaler-nya atau apa ia tadi mendapat teman baru.

"Barbara?"
Aku berpaling dan melihat wajah yang kukenal.
"Oh, hai," kataku.

Dan langsung saja aku dihinggapi dua rasa malu: Ben, dan kenyataan bahwa aku tidak ingat nama wanita itu. Salah satu mataku tersenyum pada wanita tanpa nama itu, sementara mata yang satunya terus mengawasi putraku. Aku mendambakan harapan yang kukenal, harapan yang mustahil, harapan yang memalukan, salah, dan buruk sekali: Aku berharap Ben berkeliaran jauh sehingga aku tidak perlu mengenalkannya. Namun ia tidak berkeliaran. Ia berdiri di sana, seperti yang dilakukannya selama 30 tahun ini, mondar-mandir, dengan tubuh seberat 211kg. Sebelum aku sempat menghindar, wanita itu menunjuk Ben dan menanyakan sesuatu yang bahkan tidak ingin ia tanyakan.

"Apakah ini putramu?"
"Oh." Aku pura-pura terejut. "Ya. Ini Ben... putraku."
Ben menjabat tangannya. "Halo," kata Ben. "Senang bertemu denganmu."

Aku memerhatikan Ben saat ia menjawab pertanyaan wanita itu. "Ya. Aku tinggal di Culver." Ucapan biasa dari orang yang tidak biasa. Namun selain ucapannya, tidak ada yang biasa dari Ben. Seperti halnya juga tidak ada yang biasa dariku, seorang ibuyang berharap anaknya menghilang.

Akan tetapi antara ikatan kami, walaupun kompleks, tidak pernah terlepas. Di mata masing-masing, kami pernah melihat sifat terbaik dan terburuk kami.

Ben sangat berbeda, tidak membaur, seperti orang lain yang kuanggap normal, ironi yang tidak memperkecualikan diriku. Itu menghantui, menghukum, dan mempermalukan aku. Namun, dampak dari hal itu pada Ben lebih buruk. Karena -selain Sindrom Asperger; obesitas; asma kronis; penyakit Crohn; organ, tulang, dan kelenjar yang rusak oleh kortison; metabolismenya yang rusak tidak akan mengurangi sedikitpun lemaknya- ia mengetahui semua itu.

Putraku menyadari bahwa terakhir kalinya aku ingin memperkenalkan dirinya adalah ketika ia berumur 4 tahun. Ketika aku masih bangga padanya. Ketika aku ingin seisi dunia mengetahui bahwa ia putraku karena, Lihat! Ia mampu menghafal pembukaan Konstitusi; ia tahu semua jalan di London walaupun ia hanya melihat London di peta; ia bisa menghafal daftar kronologis dari setiap diktaror, presiden, perdana menteri, gubernur, dan walikota serta setiap pemikiran penting mereka. Kamu bahkan tak perlu bertanya.

Benjamin Daniel lahir pada tahun yang sama dengan tayangan perdana Sesame Street, yang diakuinya sebagai caranya belajar membaca. Pada usia 18 Bulan.

Kami sedang berada di pesawat terbang, hanya kami berdua sekembalinya dari kunjungan ke rumah orangtuaku di Florida, saat aku mengetahuinya. Aku membawa PlayDoh dan kue pretzel, mainan puzzel, beberapa orang-orangan, miniatur kayu tokoh Fisher-Price yang disayanginya. Dan tentu saja buku. Selalu buku. Aku tidak bisa pergi ke mana pun tanpa buku. Ibu lain menyuap dengan televisi, mainan, permen, dan permainan. Tetai bukan aku; aku menyuap dengan buku. Ben bisa duduk berjam-jam membaca buku, di mana pun, kapan pun.
Tak lama kemudian, ia mulai mengucapkan kata terakhir dari setiap halaman, dan aku berpikir, Oh, tentu saja -kenapa tidak? Lagi pula, ia sering mendengarnya, sekarang ia mengingatnya. Namun kemudian di pesawat terbang pada hari itu, ketika ia berumur 18 bulan, aku menyadari bahwa dugaanku salah. Anakku hanya tidak mengulangi kata-kata; ia membaca.

Pertama, ia menunjuk tulisan di atas kepala -"Dilarang Merokok", "sabuk Keselamatan", "Keluar"- dan membacanya satu per satu. Aku senang, tetapi terkejut, karena ada gambarnya: ia mungkin "membaca" gambar. Namun kemudian, ia melihat majalah American Airlines. Ia mengambilnya, memberikannya padaku, dan meminta, "Bu, baca." Apa yang harus dibaca di majalah perusahaan? Aku membolak-balik halaman, mencari gambar pesawat terbang atau gambar orang melakukan sesuatu yang menarik, seperti main ski, berseluncur, atau naik sepeda. Ada gambar utuh seorang anak laki-laki yang dapat kutunjuk dan kukarang-karangkan cerita. Tetapi Ben tidak mau dibodohi. "Bukan, Bu," paksanya, menunjuk ke satu halaman tanpa gambar. "Baca yang ini." Dan aku mulai membaca catatan perjalanan membosankan mengenai suatu kalimat ketika Ben menyela, menunjuk pada kata berikutnya. "Yang," bacanya, dan kemudian, "sangat," diikuti dengan "jauh."

Aku mengingat kejadian itu. Ketika Ben mengingat warna kamar tidur pertamanya. "Warnanya kuning, Bu."

Tetapi bagaimana kamu bisa yakin? Kita pindah saat kamu berumur 19 bulan."

"Ingatanku," jawab Ben, "seperti film dengan gambar-gambar yang terus bertambah." Kemudian ia berhenti, menatap ke dalam dunia pribadinya di mana aku tidak bisa menemukannya, di mana aku pernah mencoba dengan penuh harapan di hati, sehingga pada suatu hari -aku tidak ingat kapan- aku tersadar bahwa aku tidak pernah bisa memasukinya.
"Maafkan aku, begitulah aku."
Begitulah Ben.

Sudah 30 tahun berlalu sejak peristiwa kamar tidur kuning di mana Ben menghabiskan 19 bulan pertama kehidupannya itu. Namun sampai sekarang, aku tidak berniat merenggut kemampuannya dalam mengingat suatu sore, suatu pagi, satu menit dari masa kecilnya, dan mengutarakannya secara lengkap, detail demi detail yang membosankan. Yang aku tahu adalah kesamaannya: informasi. Fakta berkilau yang baru ditemukannya, permainan berharga yang hanya berarti bagi Ben, otaknya yang genius, dan akan digunakan kapan pun ia mau. Kadang ia membutuhkannya untuk kenyamanan, ketika ia merasa kesepian karena tidak seorang pun mau bermain dengannya. Terkadang ia menggunakannya untuk menyombongkan diri; seperti yang pernah kutunjukkan padanya; tetapi biasanya ia gunakan karena begitulah Ben.

"Ayo, Ben," ganggu anak-anak itu. "Ucapkan Deklarasi Kemerdekaan."

Ia mengeluarkan data tercintanya, tempat persembunyian manis dari pengetahuan yang ia banggakan, persemayaman sejati yang paling setia, dan berenang-renang di ombak hangat yang dikenalnya, jauh dari anak-anak yang tidak mengerti, jauh dari orang dewasa yang menontonnya demi hiburan, dan terutama jauh dariku, ibunya dengan senyum yang palsu.

Putraku dengan ingatan menakjubkan, putraku dengan otak yang besar, anak yang kuharap bisa kukenal layaknya detak jantungku. Namun, anak itu mengucapkan serangkaian kata, dan aku tidak bisa menemukan jejaknya. Aku tidak bisa menemukan anak itu.

Banyak hal dibutuhkan seorang anak dalam hidupnya selain informasi, selain paparan dingin fakta. Tetapi tidak demikian halnya bagi Ben. Informasi adalah hidupnya, nutrisinya. Ia mengumpulkan, mengingat, dan menyimpannya seperti komputer, menghimpunnya seperti tupai maniak yang bersiap menghadapi musim dingin yang takkan berubah menjadi musim panas. Namun, aku tidak menginginkan anakku seperti komputer; yang kuinginkan hanyalah anak kecil yang normal.

Aku siap menjadi orang yang lebih baik, tetapi ada yang salah dan sangat buruk. Dan ketika aku mulai menyadari kebenaran itu, jantungku serasa ditikam. Kebanggaan, sukacita dalam diriku, berubah menjadi ketakutan, dan aku merasakan dinding mulai ambruk sehingga memisahkan kehidupan yang kuharapkan, dari kehidupan yang kujalani.

Akankah aku menjadi ibu yang lebih baik bagi putraku, kalau saja sejak awal aku sudah menyadari bahwa sebagian besar kekecawaan dan rasa maluku bukanlah kesalahan Ben? Akankah Ben lebih dapat menerima kondisi dirinya sendiri kalau saja ia menyadari bahwa sejak lahir ia mengidap kondisi kejiwaan yang menyulitkan, yang disebut Sindrom Asperger? Akankah perjalanan kami bersama menjadi lebih mudah?

Aku tidak memiliki jawaban atas pertanyaan ini. Yang aku tahu hanyalah bahwa kejadiannya seperti itu, di saat kami belum mengetahuinya, dan seperti sekarang, di saat kami sudah menyadarinya. Inilah kisah kami. FINDING BEN.

Rabu, 07 Juli 2010

Makanan kesehatan bagi pekerja di depan komputer

Apakah minimal selama 8 jam Anda selalu bersama komputer, kerap begadang dan mengisi perut Anda dengan "makanan buangan"?

Apakah Anda mempunyai gejala mata lelah, pegal linu atau gejala lainnya? Jika jawabannya ya, maka Anda harus melakukan penyesuaian diri dengan menu makanan. Satu hal yang terpenting adalah segera penuhi gizi, mengatur menu makanan Anda. Di antaranya dengan makanan yang bisa menguatkan otak, memelihara mata dan menguatkan tulang. Ketiga aspek ini adalah yang paling pokok.

Menguatkan otak

Lemak adalah zat penting untuk menguatkan otak. Kerumitannya dalam mengembangkan dan mengasah otak memiliki fungsi yang sangat penting. Makanan tipikal adalah buah berkulit keras, wijen, hewan yang diternak secara alamiah dsb.

Protein adalah dasar materi dalam aktivitas inteligensia, adalah materi penting dalam proses pengekangan dan pengendalian rangsangan sel otak. Makanan tipikal adalah daging tak berlemak, telur ayam, ikan dsb.

Dan karbohidrat adalah sumber energi aktivitas otak. Setelah mengurai menjadi glucosa di dalam tubuh segera menjadi sumber utama pada otak. Makanan tipikal adalah palawija, beras bulu, gula merah, kue-kue dsb.

Vitamin C yang cukup dapat membuat fungsi otak besar menjadi lincah, peka sekaligus meningkatkan inteligensi. Makanan tipikal adalah jenis buah-buahan segar, sayur mayur kuning dan sayur hijau.

Vitamin B kompleks membantu aktivitas kecerdasan. Disini termasuk vitamin B1, B2, asam daun dsb. Saat vitamin B kompleks sangat tidak mencukupi, dapat mengakibatkan gangguan mental, mudah resah dan gelisah, tidak konsentrasi, dan sukar menjaga ketenangan pikiran. Makanan tipikal adalah jamur, sayur hutan (tumbuhan liar yang dapat dmakan) dsb.

Buah berkulit keras kaya dengan kandungan protein, tidak mengenyangkan dan asam lemak, lesitin, garam anorganik dan vitamin, sesering mungkin mengkonsumsi sangat baik dalam memperbaiki dan suplai gizi pada otak.

Jamur memiliki efek pengobatan yang lebih nyata terhadap tekanan darah dan pengerasan pada pembuluh nadi, memiliki fungsi menghilangkan lelah, meningkatkan semangat, menstabilkan mental, mencegah kekurangan darah dan gejala penyakit kanker dsb.

Telur ayam kaya dengan protein, lesitin, vitamin dan kalsium, fosfor, besi dll, adalah zat mutlak metabolisme otak. Selain itu, telur ayam juga lebih banyak mengandung asetilkolina yang mutlak dibutuhkan otak untuk mengingat.

Ikan dapat mensuplai sejumlah besar protein bagi otak, asam lemak dan kalsium, fosfor, vitamin B1, B2 dsb, mereka adalah zat penting pembentukan sel otak dan meningkatkan vitalitasnya.

Kimcam (hemerocallis flava) kaya dengan kandungan protein, lemak, kalsium, besi, vitamin B1, semua ini adalah zat yang diperlukan untuk metabolisme otak, karena itu ada istilah "sayur penguat otak".

Bawang Bombay mengandung zat yang dapat mengencerkan darah, memperbaiki suplai darah otak, sangat baik dalam menghilangkan kepenatan pikiran dan stress berat, dengan mengkonsumsi setengah bawang setiap hari dapat memberi hasil yang baik bagi penguatan otak.

Jawawut kaya dengan protein, lemak, kalsium, besi, vitamin B1 dan kandungan gizi lainnya, mempunyai istilah makanan pokok penguat otak. Jawawut juga memiliki efek pencegahan dan pengobatan saraf lemah.

Longan atau lengkeng bermanfaat bagi jantung dan limpa, menambah darah menenangkan saraf. Segala kelupaan, susah tidur, denyut jantung cepat, inteligensi menurun dll yang disebabkan lemahnya limpa dan jantung, dapat mengaturnya kembali dengan mengkonsumsi buah lengkeng.

Jeruk besar atau jeruk bali kaya dengan vitamin A, B1 dan C, tergolong makanan alkali yang tipikal, dapat menghilangkan sejumlah besar makanan asam terhadap resiko yang disebabkan sistem saraf. Dengan sering mengkonsumsinya dapat meningkatkan semangat, meningkatkan daya ingat dan menyegarkan otak. Selain itu, jeruk semacamnya juga memiliki efek yang sama.

Melindungi Mata

Vitamin A dan B karotin berguna menguatkan hati menjernihkan penglihatan, dan mengurangi mata lelah. Vitamin A terutama terdapat pada hati aneka hewan, dalam minyak hati ikan dan kuning telur. Makanan nabati hanya bisa mensuplai sumber vitamin A. Vitamin B karotin terdapat pada wortel, tomat, bocai, kucai, apricot, ubi jalar dan pada sayur atau buah hijau dan kuning.

Vitamin C juga sangat baik bagi mata. Kandungan vitamin C di mata kita lebih banyak berlipat ganda dibanding dalam cairan darah. Seiring dengan meningkatnya usia, kandungan vitamin C menurun drastis, gizi pada lensa mata memburuk, lama kelamaan dapat timbul denaturasi (perubahan pada suatu benda) pada lensa mata. Karena itu harus banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C.

Wortel kaya dengan kandungan sukrosa, glukosa, pati dsb, di dalamnya paling banyak mengandung Vitamin A, dan manfaatnya sama seperti minyak hati ikan. Selain itu, wortel juga kaya dengan kadar karotin, dapat melindungi atau memelihara kesehatan mata dan kulit.

Bocai mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kalsium, fosfor, besi, karotena, laktoflavin dsb, ia bukan saja sayuran yang bernilai gizi tinggi, sekaligus juga merupakan produk bermutu merawat mata.

Tomat kaya dengan vitamin, mineral, karbohidrat, asam organik dan sedikit kandungan protein. Karena mengandung keasaman, maka memiliki fungsi melindungi vitamin C, tidak mudah rusak dalam proses dimasak.

Kucai kaya dengan vitamin A kompleks, vitamin C, juga mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin dan minyak yang cepat menguap.

Selain itu, kucai juga mengandung zat antibiotik, memiliki fungsi sebagai penyedap makanan dan membunuh bakteri.

Lycium chinense kaya dengan karotena, vitamin A, B1, B2, C, kalsium, besi dsb, adalah gizi yang mutlak untuk kesehatan mata. Sesering mungkin minum teh bunga seruni dan lycium chinense dapat memberi efek perawatan hati dan menjernihkan mata.

Cabe hijau kaya dengan vitamin, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi dan nutrien lainnya, adalah kandungan vitamin C tertinggi di antara semua sayuran.

Apricot mengandung vitamin C yang pas dan kaya vitamin A, di samping itu juga mengandung glucosa, protein, lemak, garam anorganik, vitamin B1, B2 dsb, adalah buah yang nilai gizinya cukup tinggi.

Kurma sangat kaya dengan gizi, mengandung 14 macam asam amino yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, kandungan vitaminnya lebih tinggi daripada appel, dan puluhan kali lipat dibanding dengan buah pisang, mempunyai istilah indah sebagai "pil vitamin aktif".

Menguatkan Tulang
Kalsium adalah zat pengatur aktivitas hidup tubuh manusia, yakni sumber hidup tubuh manusia. Fungsi fisiologisnya secara normal pada setiap sistem saraf dalam memelihara peredaran darah, pernafasan, saraf, sekresi dalam, pencernaan, otot, tulang, saluran kemih, dan dalam sistem kekebalan tubuh berperan sebagai pengatur yang penting. Tidak ada sistem apa pun dalam tubuh manusia yang fungsinya tidak berhubungan dengan kalsium, keseimbangan kalsium berperan vital dalam menjaga kesehatan dan hidup manusia.

Kandungan kalsium pada susu bukan saja tinggi kadarnya, lagipula asam susu dapat mempercepat penyerapan kalsium, adalah sumber kalsium alami terbaik. Selain itu, kadar kalsium pada produk olahan susu beku dan susu asam juga sangat tinggi, sebaiknya sesering mungkin mengkonsumsinya.

Ebi atau udang kering kaya akan gizi, kalsium, fosfor dan mikronutrien, kadar proteinnya juga sangat tinggi. Ebi dan produk hasil laut lainnya merupakan sumber kalsium yang cukup baik. Kandungan gizi pada sayuran rapa atau sawi dan efek terapinya bisa dikatakan adalah yang terbaik diantara semua sayuran. Kadar kalsium dan zat besi-nya sangat tinggi, dengan sering mengkonsumsinya dapat membersihkan darah dan menurunkan tekanan darah, mempertajam daya lihat dan pemisah racun. Wijen hitam adalah sumber penguat kalsium yag sangat baik, dan efek perawatannya lebih baik berlipat ganda dari pada wijen putih. Bagi yang tidak suka minum susu, bisa diganti dengan tiga sendok wijen hitam sehari. Selain itu, kadar kalsium pada selai wijen juga sangat tinggi.

Makanan kedelai berprotein tinggi, kadar kalsiumnya juga sangat tinggi, lagipula kaya dengan asam amino dan besi yang mudah diserap. Makanan produk kedelai lainnya juga merupakan makanan terbaik untuk mencukupi kalsium, seperti misalnya 150 gram tahu kandungan kalsiumnya mencapai 500 miligram. Selederi kaya dengan gizi, mengandung protein, multi vitamin, mineral dan serat makanan yang mutlak dibutuhkan tubuh. Karena kandungan kalsium dan fosfor pada seledri lebih tinggi, maka ia mempunyai fungsi penenang khusus dan melindungi pembuluh darah. Ganggang merah kaya dengan yodium, kalsium, protein, vitamin A, B dan zat mineral lainnya. Dengan sering mengkonsumsinya dapat menghilangkan kolesterol yang tertimbun pada dinding pembuluh darah, mempunyai efek pengobatan mencegah arteriosclerosis (pengerasan pembuluh nadi).

http://forum.smadangawi.net/sehat-kuat-semangatnikmat-f24/makanan-kesehatan-bagi-pekerja-di-depan-komputer-t278.htm

Minggu, 04 Juli 2010

Ingat Dia

Cinta...
kali ini apa mungkin kembali merasakan sebuah arti cinta
Stiap kali aku ngeliat dia
Stiap kali aku pergi sendirian
Stiap kali aku melamun
Stiap kali aku tertawa
PASTI ingat dia..

Kenapa????
APA ini arti dari sebuah cinta….
Kalau ya,,,,
apa yang musti dilakukan??
Bodoh!!!
Kenapa ini bisa terjadi??
Kenapa????
Kalau memang iya..
Kenapa musti dia??

“Cinta” memang tiada akhirnya
Kadang-kadang datang tiba-tiba tanpa dirasakan
KAdang-kadang datang dengan dirasakan sendiriya
KAdang-kadang lebih menyakitkan lagi bila itu dipaksakan

Cinta..
Bullshit…!!!!

Lebih baik sayang dari pada cinta
Karna bagiku rasa sayang lebih berarti dibandingkan cinta
Karna sayang itu adalah segala-galanya
rasa sayang melebihi dari arti cinta
Memang enak menjadi orang yang dicintai dari pada mencintai

Huh..
lagi-lagi aku bertanya "kenapa pikirankuw tiba-tiba ingat dia?"
Dulu aku benci dia,
dulu aku g suka dia
Dulu aku iri ma dia
TAPI SKARANG
Kenapa aku musti menyayanginya
Kalau aku tembak dia
Apa dia maw????
Apa dia maw menjadi seorang pendamping dihari-hari yang aku jalani????
Tuhan kenapa????
Kenapa musti dia

Apa ini sebuah hukuman dari-MU karna aku sebagai hamba- Mu sudah berbuat kesalahan
dimana aku dulu membencinya
Andaikan bumi ini bisa aku putar kembali
andaikan jarum jam bis aku ulangi arahnya
andaikan aku bisa mengulang hari-hari
mungkinn aku tidak bakalan membencinya
supaya aku tidak merasakan sayang ke dia
Tapi semua sudah terlambat
TUHAN sudah mengaturnya
Thank’s God...

Kau memberikan aku sebuah anugrah
Tetapi andaikan memang dia jodohku
tolong buat aku semakin dekat dengannya
KARNA aku terlanjur sayang dengannya
Thank’s to god...

Jangan Menyesal

Saat kita mencintai seseorang, kt ngga akan pernah memikirkan akibatnya…
Apa cinta itu bakal jadi milik kita atau menjauh dari kita…
Tapi satu hal yang kita pikirkan saat kita jatuh cinta yaitu indahnya mencintai orang yang kita sayang…
Dan kita ngga akan pernah menyesal mencintai orang yang kita sayang walaupun akhirnya pahit…

Keindahan cinta


Bukan hanya “keindahan cinta” yang dicari setiap insan...
tetapi “arti cinta” yang sesungguhnya lah yang selalu didambakan oleh setiap insan...
Jangan katakan selamat tinggal jika kita belum siap meninggalkannya...
Jangan menyerah karena cinta, perjuangkanlah, dan jagalah cintamu jika kamu menginginkannya karena jika kamu membiarkannya pergi berarti kamu tidak mencintainya sepenuh hati...
Manusia yang pernah merasakan sakitnya cinta akan selalu menjaga cintanya...
Karena...
bagi mereka yang tersakiti sangat mengerti bahwa cinta telah merubah hidupnya...
menjadi lebih berarti...